Tampilkan postingan dengan label Biomekanik Trauma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biomekanik Trauma. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Mei 2010

BCLS-BTLS Group On Facebook

BCLS-BTLS Group On Facebook telah online sejak September 2009. sampai dengan 25 Mei 2010 tercatat telah 1596 orang perawat yang bergabung dalam group ini. Hal ini merupakan cerminan bahwa pelatihan ini termasuk salah satu pelatihan yang paling diminati oleh para perawat Indonesia.

Group ini merupakan media komunikasi Alumnus maupun calon peserta pelatihan Basic Cardiac Life Support - Basic Trauma Life Support For Nurse (BCLS-BTLS For Nurse). Pelatihan BCLS-BTLS merupakan pelatihan bagi perawat agar memiliki kemampuan yang memadai dalam melakukan penanganan kegawatdaruratan trauma dan jantung yang mengadopsi standar internasional.

Artinya apa yang dipelajari dan dipraktekan selama masa kursus merupakan hal yang sama dengan kursus yang diikuti diluar negeri yang menyelenggarakan pelatihan yang sama.

Pro Emergency sendiri sampai dengan Mei 2010 tercatat telah melatih sekitar 2500 orang perawat diseluruh Indonesia. Diantaranya ada beberapa orang Bidan yang tertarik mengikuti pelatihan ini. Bahkan ada juga dokter umum dan dokter gigi yang tercatat sebagai alumnus.

Dengan adanya forum ini maka diharapkan semua alumnus bisa bertukar pikiran dan pengalaman yang berhubungan dengan penanganan gawat darurat trauma dan jantung.

By. Jajat's

Rabu, 20 Januari 2010

BCLS-BTLS For Nurse, Jakarta, 21-25 Maret 2010

Pro Emergency bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis KardiovaskulerIndonesia (PERKI) untuk kesekian kalinya akan menyelenggarakan pelatihan "Basic Cardiac Life Suppor & Basic Trauma Life Support For Nurse" (BCLS-BTLS For Nurse). Pelatihan ini merupakan pelatihan bagi perawat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan penanggulangan penderita gawat darurat jantung dan trauma.

Materi pelatihan yang diberikan diantaranya : Airway And Breathing management, Circlation and Shock, arythmia lethal, Electro Cardio Graphy, Electrical Theraphy, automatic external defibrilation, Head-spinal-thohax-abdomen-musculosceletal trauma, extrication-stabiilization-lifting-moving, disaster and triage.

Setelah mengikuti pelatihan peserta akan mendapatkan dua sertifikat yaitu sertifikat BCLS terakreditasi PP PERKI dan sertifikat BTLS terakreditasi PP PPNI. Hal ini pula yang membedakan antara Pro Emergency dengan provider lain.

WAKTU DAN TEMPAT PELATIHAN

Pelatihan akan dilaksanakan pada tanggal 21-25 maret 2010 di Gedung BAPELKES Jl. Wijaya Kusuma No. 45 Jakarta Selatan. (Route angkutan umum : dari terminal lebak bulus naik angkutan kota KWK 12 jurusan lebak bulus-ragunan)

INVESTASI PELATIHAN DAN PENDAFTARAN

Setiap peserta dikenakan biaya pelatihan sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) untuk mengikuti dua pelatihan dengan dua sertifikat (paket). Biaya tersebut diperuntukan bagi buku panduan, honor instruktur, sewa alat peraga dan ruangan, makan siang, 2 kali snack, dan sertifikat. Biaya tidak termasuk penginapan dan transportasi peserta. Calon peserta akan dicatat apabila sudah melakukan transfer paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari total biaya. Biaya pelatihan di transfer ke rekening PT. Pro Emergency nomor : 133.00000.118.09 bank mandiri cabang cibinong. Bukti transfer di fax ke : 021-87903956 dengan menuliskan nama lengkap dan asal institusi atau alamat.

Pendaftaran ditutup pada tanggal 10 maret 2010 (catatan : pendaftaran otomatis ditutup sebelum waktunya apabila jumlah peserta yang melakukan tranfer sudah mencapai kuota maksimal 50 orang)

INFO PENGINAPAN

Panitia memfasilitasi penginapan bagi peserta dari luar kota. Penginapan berada satu gedung dengan tempat pelatihan dengan tarif sebagai berikut :

  • Rp. 250.000,- / Kamar / 1 orang
  • Rp. 300.000,- / Kamar / 2 orang (biaya kamar di tanggung berdua @ Rp. 150.000,-)

Fasilitas Kamar terdiri dari :

  1. Makan pagi dan makan malam (makan siang dan snack di kelas)
  2. Air condotioner (AC)
  3. Tempat tidur 2 Bed
  4. TV LCD 21"
  5. Lemari pakaian
  6. kamar mandi "Shower"



INFORMASI :

Panitia PRO EMERGENCY

Tlp. 021-87903956, 081213145000 (Toto Suharto-Marketing)

Email : proemergency@yahoo.co.id This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Selasa, 21 Juli 2009

BCLS-BTLS For Nurse, PRO EMERGENCY - PPNI Kabupaten Bogor - PERKI



Pro Emergency bekerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bogor dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) akan menyelenggarakan pelatihan BASIC CARDIAC LIFE SUPPORT dan BASIC TRAUMA LIFE SUPPORT FOR NURSE (BCLS & BTLS for Nurse) untuk perawat rumah sakit, Puskesmas, Klinik Umum, Klinik perusahaan, Perawat Ambulans Gawat Darurat dan Mahasiswa keperawatan.

Pelatihan tersebut diselenggarakan di PUSDIKLAT DHARMAIS BOGOR yang beralamat di Jl. Dharmais, Ciluer, Kedunghalang, Bogor. Pelatihannya sendiri menurut rencana akan dilaksanakan pada tanggal 20-21 Oktober 2009 (BCLS) dan pada tanggal 22-24 Oktober 2009 (BTLS).

Pelatihan BCLS & BTLS for Nurse adalah paket pelatihan yang ditujukan agar peserta pelatihan mampu melakukan penanggulangan kegawatdaruratan Trauma dan Jantung/kardiovaskuler. Selain itu pelatihan ini dimaksudkan agar perawat dan dokter bisa bekerjasama dengan baik dalam melakukan penanggulangan kegawatdaruratan trauma dan jantung. Jika perawat mendapatkan pelatihan BCLS & BTLS for Nurse maka dokter harus pula mendapatkan pelatihan Advance Cardiac Life Support dan Advance Trauma Life Support (ACLS-ATLS).

Informasi mengenai pelatihan diatas bisa menghubungi Toto Suharto (081213145000, 021-70249324).

Wassalam,

ORGANIZING COMMITTEE
Basic Cardiac Life Support - Basic Trauma Life Support For Nurse
(BCLS-BTLS for Nurse)

________________________________________________________
========================================================
End Page

Kamis, 04 Desember 2008

MECHANISM OF INJURY / BIOMEKANIK TRAUMA



Fase 1. Kendaraan Menabrak Objek







Fase 2. Pada pengemudi yang tidak memakai safety belt badan akan terangkat kedepan





Fase 3. Muka menabrak kaca depan







Fase 4. Pengemudi akan terhempas kembali kebelakang (kecuali terlempar kedepan apabila kaca depan pecah





Apakah anda bisa menilai /memprediksi cedera apa yang mungkin terjadi pada pengemudi tersebut ????





Memprediksi kemungkinan bagian tubuh atau organ yang terkena cedera dan waspada pada perlukaan tertentu adalah manfaat dari mengetahui biomekanik trauma.



Biomekanik Trauma adalah proses / mekanisme kejadian kecelakaan pada sebelum, saat dan setelah kejadian. Oleh karena itu penting sekali bagi setiap petugas gawat darurat untuk bertanya :

  1. Apa yang terjadi ?
  2. Apa cedera yang mungkin diderita korban?


Tanpa mengetahui mekanisme kejadiannya kita tidak dapat meramalkan cedera apa yang terjadi dan hal ini akan menimbulkan bahaya bagi penderita. Biomekanik juga merupakan sarana penting untuk melakukan triage dan harus disampaikan ke dokter gawat darurat atau ahli bedah. Sebagai contoh beratnya kerusakan kendaraan pada kejadian kecelakaan merupakan sarana pemeriksaan triage non fisiologis.



Informasi yang rinci mengenai biomekanik dari suatu kecelakaan dapat membantu identifikasi sampai dengan 90 % dari trauma yang diderita penderita. Informasi yang rinci dari biomekanik trauma ini dimulai dengan keterangan dari keadaan / kejadian pada fase sebelum terjadinya kecelakaan seperti minum alkohol, pemakaian obat, kejang, sakit dada, kehilangan kesadaran sebelum tabrakan dan sebagainya.



Anamnesis yang berhubungan dengan fase ini meliputi :

  1. Tipe kejadian trauma, misalnya : tabrakan kendaraan bermotor, jatuh atau trauma / luka tembus.
  2. Perkiraan intensitas energi yang terjadi misalnya : kecepatan kendaraan, ketinggian dari tempat jatuh, kaliber atau ukuran senjata.
  3. Jenis tabrakan atau benturan yang terjadi pada penderita : mobil, pohon, pisau dan lain-lain.

Mekanisme trauma dapat diklasifikasikan sebagai berikut : tumpul, tembus, thermal dan ledakan (Blast Injury). Pada semua kasus diatas terjadi pemindahan energi (Transfer energy) kejaringan, atau dalam kasus trauma thermal terjadi perpindahan energi (panas /dingin) kejaringan.



Pemindahan energi (transfer energy) digambarkan sebagai suatu gelombang kejut yang bergerak dengan kecepatan yang bervariasi melalui media yang berbeda-beda. Teori ini berlaku untuk semua jenis gelombang seperti gelombang suara, gelombang tekanan arterial, seperti contoh shock wave yang dihasilkan pada hati atau korteks tulang pada saat terjadi benturan dengan suatu objek yang menghasilkan pemindahan energi. Apabila energi yang dihasilkan melebihi batas toleransi jaringan, maka akan terjadi disfungsi jaringan dan terjadi suatu trauma.



RIWAYAT TRAUMA

Informasi yang didapatkan dari tempat kejadian mengenai kerusakan interior maupun eksterior dari kendaraan, seringkali dapat memberikan petunjuk tentang jenis trauma yang terjadi pada penumpang atau pejalan kaki.



Petugas pra rumah sakit perlu untuk menguasai hal ini untuk mencari petunjuk yang mencurigakan dan mencari bukti adanya trauma yang tersembunyi. Sebagai contoh, setir yang bengkok menunjukan adanya trauma thorak. Keterangan ini harus merangsang untuk memeriksa penderita untuk mencurigai adanya patah tulang dada, organ-organ mediastinal, dan trauma pada parenkhim paru. Informasi adanya kaca depan mobil yang pecah dengan tanda Bull’s Eye menunjukan bahwa telah terjadi benturan kepala dengan kaca dan harus dicurigai adanya fraktur servikal. Lekukan pada bagian bawah dash board menunjukan bahwa terjadinya benturan antara lutut dan dash board dan memungkinkan terjadinya dislokasi sendi lutut, panggul atau fraktur lutut dan femur.



Kerusakan bagian samping kendaraan menunjukan adanya trauma bagian lateral dari dada, abdomen, panggul dan leher penderita. Selain itu keterangan mengenai kejadian yang menyebabkan trauma dapat memperkuat indikasi tindakan bedah. Luka tembus pada tubuh dan tekanan daran yang menurun menunjukan adanya trauma pembuluh daran besar yang harus dilakukan tindakan bedah segera.



Penderita dengan trauma kepala yang bukan karena kecelakaan lalu lintas dan pada pemeriksaaan neurologis didapatkan abnormalitas, kemungkinan besar harus dilakukan tindakan bedah eksplorasi. Sedangkan luka bakar karena kebakaran besar didalam ruangan tertutup biasanya disertai oleh cedera inhalasi dan keracunan karbon monoksida. Contoh-contoh ini menunjukan pentingnya informasi mengenai kejadian yang menyebabkan trauma.



Selengkapnya pada pelatihan BTLS For Nurse !!!



By.

Pro Emergency