Tampilkan postingan dengan label BCLS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BCLS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Juni 2010

PELATIHAN HIPERKES UNTUK DOKTER DAN PERAWAT

Dalam bidang kesehatan kerja kita mengenal suatu pendekatan pencegahan penyakit akibat kerja yang disebut hygiene industri atau Hiperkes (Hygiene Prusahaan dan Kesehatan Kerja). Hiperkes adalah lapangan ilmu kesehatan dan keselamatan kerja yang mengurusi problematika kesehatan pekerja secara menyeluruh. Pentingnya sertifikasi kesehatan atau Hiperkes bagi dokter dan perawat perusahaan diatur pemerintah melalui PERMENAKERTRANS No. 1 Tahun 1976 tentang wajib latih HIPERKES bagi Dokter perusahaan dan PERMENAKERTRANS No. 1 Tahun 1979 Tentang wjib latih HIPERKES bagi Paramedik.

Oleh karena itu PRO EMERGENCY bekerjasama dengan PRO SAFE Institute menyelenggarakan pelatihan HIPERKES untuk Dokter dan Perawat.

MATERI PELATIHAN :
1. Peraturan Perundangan Kesehatan Kerja
2. Dasar-dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja
3. Hazards Fisik, Biologi, kimia, Psikologi dan Ergonomi
4. Penyakit Akibat Kerja
5. Sanitasi Industri
6. Pelaporan Kesehatan kerja
7. Gizi kerja
8. Toksikologi Industri
9. Higiene Industri

SERTIFIKASI :
Sertifikat dikeluarkan oleh PUSAT K3 Depnakertrans

TEMPAT PELATIHAN :
Gedung STIKes Binawan R. K3 Lt. 3 Jl. Kalibata No. 25-30 Jakarta Timur 13630

JADWAl PELATIHAN :
14-18 Juni 2010
19-23 Juli 2010
09-13 Agustus 2010
20 - 24 September 2010
18 - 22 Oktober 2010
08 - 12 November 2010

INVESTASI :
DOKTER : Rp. 3.000.000,-
Mahasiswa Kedokteran : Rp. 2.000.000,-
PERAWAT : Rp. 2.500.000,-
Mahasiswa Keperawatan : Rp. 1.500.000,-

Biaya di Transfer ke No. Rek. 133.000.911.000.8
an. PT PRO EMERGENCY
Bank Mandiri cabang Cibinong

FASILITAS :
Training KIT, Modul, Sertifikat, Souvenir, Prosafe Membership Card

INFO / PENDAFTARAN :
PRO EMERGENCY
021-87903956
021-70249324
Jajat Sudrajat (085814905000)

Selasa, 25 Mei 2010

BCLS-BTLS Group On Facebook

BCLS-BTLS Group On Facebook telah online sejak September 2009. sampai dengan 25 Mei 2010 tercatat telah 1596 orang perawat yang bergabung dalam group ini. Hal ini merupakan cerminan bahwa pelatihan ini termasuk salah satu pelatihan yang paling diminati oleh para perawat Indonesia.

Group ini merupakan media komunikasi Alumnus maupun calon peserta pelatihan Basic Cardiac Life Support - Basic Trauma Life Support For Nurse (BCLS-BTLS For Nurse). Pelatihan BCLS-BTLS merupakan pelatihan bagi perawat agar memiliki kemampuan yang memadai dalam melakukan penanganan kegawatdaruratan trauma dan jantung yang mengadopsi standar internasional.

Artinya apa yang dipelajari dan dipraktekan selama masa kursus merupakan hal yang sama dengan kursus yang diikuti diluar negeri yang menyelenggarakan pelatihan yang sama.

Pro Emergency sendiri sampai dengan Mei 2010 tercatat telah melatih sekitar 2500 orang perawat diseluruh Indonesia. Diantaranya ada beberapa orang Bidan yang tertarik mengikuti pelatihan ini. Bahkan ada juga dokter umum dan dokter gigi yang tercatat sebagai alumnus.

Dengan adanya forum ini maka diharapkan semua alumnus bisa bertukar pikiran dan pengalaman yang berhubungan dengan penanganan gawat darurat trauma dan jantung.

By. Jajat's

Kamis, 04 Februari 2010

BCLS-BTLS, 18-22 Januari 2010, SUKSES DILAKSANAKAN !!

Pelatihan Basic Cardiac Life Support & Basic Trauma Life Support For Nurse (BCLS-BTLS for Nurse) pada tanggal 18-22 Januari 2010 sukses dilaksanakan. Pelatihan yang dilaksanakan di markas Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia "PERKI HOUSE" Jakarta di ikuti oleh 40 orang perawat dari seluruh Indonesia. Peserta pelatihan tersebut tercatat berasal dari Kalimantan Selatan, Bangka Belitung, Banyumas, Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Tegal, Pekalongan, Pemalang, Medan, Bogor, Depok, Tanggerang, Riau, Batam, Brebes, Bekasi, dan Palembang.

Pelatihan yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dalam penanggulangan penderita gawat darurat kardiovaskuler dan trauma tersebut diselenggarakan selama hari yang terdiri dari 3 hari BTLS dan 2 hari BCLS. Hampir semua kuesioner peserta menyatakan waktu pelatihan kurang dan perlu diperpanjang. Hal ini menunjukan bahwa minat dan antusias peserta dalam menggali ilmu kegawat daruratan sangat besar.

Pelatihan BCLS dan BTLS memang pelatihan yang ditujukan khusus buat perawat, hal ini agar dalam penanganan kegawatan kardiovaskuler dan trauma perawat bisa satu bahasa dengan dokter yang telah dilatih ACLS dan ATLS. Kesamaan bahasa dalam penanganan tentunya akan menambah tingkat harapan hidup penderita serta mencegah terjadinya kematian dan kecacatan sebagaimana tujuan dari pelatihan tersebut.

Pro Emergency sendiri telah berkomitment untuk terus menerus berupaya menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas dan profesionalitas perawat Indonesia terutama dalam penanggulangan penderita gawat darurat. Hal ini terbukti eks peserta pelatihan Pro Emergency mampu bersaing dipasar kerja baik didalam maupun diluar negeri dengan berbekal sertifikat pelatihan tesebut.

Rabu, 20 Januari 2010

BCLS-BTLS For Nurse, Jakarta, 21-25 Maret 2010

Pro Emergency bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis KardiovaskulerIndonesia (PERKI) untuk kesekian kalinya akan menyelenggarakan pelatihan "Basic Cardiac Life Suppor & Basic Trauma Life Support For Nurse" (BCLS-BTLS For Nurse). Pelatihan ini merupakan pelatihan bagi perawat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan penanggulangan penderita gawat darurat jantung dan trauma.

Materi pelatihan yang diberikan diantaranya : Airway And Breathing management, Circlation and Shock, arythmia lethal, Electro Cardio Graphy, Electrical Theraphy, automatic external defibrilation, Head-spinal-thohax-abdomen-musculosceletal trauma, extrication-stabiilization-lifting-moving, disaster and triage.

Setelah mengikuti pelatihan peserta akan mendapatkan dua sertifikat yaitu sertifikat BCLS terakreditasi PP PERKI dan sertifikat BTLS terakreditasi PP PPNI. Hal ini pula yang membedakan antara Pro Emergency dengan provider lain.

WAKTU DAN TEMPAT PELATIHAN

Pelatihan akan dilaksanakan pada tanggal 21-25 maret 2010 di Gedung BAPELKES Jl. Wijaya Kusuma No. 45 Jakarta Selatan. (Route angkutan umum : dari terminal lebak bulus naik angkutan kota KWK 12 jurusan lebak bulus-ragunan)

INVESTASI PELATIHAN DAN PENDAFTARAN

Setiap peserta dikenakan biaya pelatihan sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) untuk mengikuti dua pelatihan dengan dua sertifikat (paket). Biaya tersebut diperuntukan bagi buku panduan, honor instruktur, sewa alat peraga dan ruangan, makan siang, 2 kali snack, dan sertifikat. Biaya tidak termasuk penginapan dan transportasi peserta. Calon peserta akan dicatat apabila sudah melakukan transfer paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari total biaya. Biaya pelatihan di transfer ke rekening PT. Pro Emergency nomor : 133.00000.118.09 bank mandiri cabang cibinong. Bukti transfer di fax ke : 021-87903956 dengan menuliskan nama lengkap dan asal institusi atau alamat.

Pendaftaran ditutup pada tanggal 10 maret 2010 (catatan : pendaftaran otomatis ditutup sebelum waktunya apabila jumlah peserta yang melakukan tranfer sudah mencapai kuota maksimal 50 orang)

INFO PENGINAPAN

Panitia memfasilitasi penginapan bagi peserta dari luar kota. Penginapan berada satu gedung dengan tempat pelatihan dengan tarif sebagai berikut :

  • Rp. 250.000,- / Kamar / 1 orang
  • Rp. 300.000,- / Kamar / 2 orang (biaya kamar di tanggung berdua @ Rp. 150.000,-)

Fasilitas Kamar terdiri dari :

  1. Makan pagi dan makan malam (makan siang dan snack di kelas)
  2. Air condotioner (AC)
  3. Tempat tidur 2 Bed
  4. TV LCD 21"
  5. Lemari pakaian
  6. kamar mandi "Shower"



INFORMASI :

Panitia PRO EMERGENCY

Tlp. 021-87903956, 081213145000 (Toto Suharto-Marketing)

Email : proemergency@yahoo.co.id This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Selasa, 21 Juli 2009

BCLS-BTLS For Nurse, PRO EMERGENCY - PPNI Kabupaten Bogor - PERKI



Pro Emergency bekerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bogor dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) akan menyelenggarakan pelatihan BASIC CARDIAC LIFE SUPPORT dan BASIC TRAUMA LIFE SUPPORT FOR NURSE (BCLS & BTLS for Nurse) untuk perawat rumah sakit, Puskesmas, Klinik Umum, Klinik perusahaan, Perawat Ambulans Gawat Darurat dan Mahasiswa keperawatan.

Pelatihan tersebut diselenggarakan di PUSDIKLAT DHARMAIS BOGOR yang beralamat di Jl. Dharmais, Ciluer, Kedunghalang, Bogor. Pelatihannya sendiri menurut rencana akan dilaksanakan pada tanggal 20-21 Oktober 2009 (BCLS) dan pada tanggal 22-24 Oktober 2009 (BTLS).

Pelatihan BCLS & BTLS for Nurse adalah paket pelatihan yang ditujukan agar peserta pelatihan mampu melakukan penanggulangan kegawatdaruratan Trauma dan Jantung/kardiovaskuler. Selain itu pelatihan ini dimaksudkan agar perawat dan dokter bisa bekerjasama dengan baik dalam melakukan penanggulangan kegawatdaruratan trauma dan jantung. Jika perawat mendapatkan pelatihan BCLS & BTLS for Nurse maka dokter harus pula mendapatkan pelatihan Advance Cardiac Life Support dan Advance Trauma Life Support (ACLS-ATLS).

Informasi mengenai pelatihan diatas bisa menghubungi Toto Suharto (081213145000, 021-70249324).

Wassalam,

ORGANIZING COMMITTEE
Basic Cardiac Life Support - Basic Trauma Life Support For Nurse
(BCLS-BTLS for Nurse)

________________________________________________________
========================================================
End Page

Selasa, 18 November 2008

ULTIMATE CORONER CARE UNIT : Masyarakat Sebagai Unit Coroner Utama

Pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat merupakan aspek penting sebagai salah satu usaha untuk menurunkan angka kematian sebagai akibat dari penyakit jantung koroner (PJK). Sebagian besar angka kejadian mati mendadak terjadi diluar rumah sakit maka masyarakat harus mampu berperan sebagai unit koroner utama. Masyarakat diharapkan mampu mengenali kasus-kasus kegawatdaruratan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), sehingga mampu bertindak cepat dalam menolong penderita.

Program pelatihan RJP (Resusitasi Jantung Paru) atau CPR (Cardio Pulmonary Resucitation) merupakan program yang dapat diajarkan kepada masyarakat. Program pelatihan di masyarakat sebaiknya mencakup pencegahan primer, mencegah faktor resiko PJK, dan mengetahui atau mengenali tanda-tanda orang yang terkena serangan jantung. Sangat jelas bahwa PJK, Stroke dan berbagai penyakit pengerasan pembuluh darah lainnya terkait dengan pola nutrisi, merokok, stress yang merupakan pola hidup tidak sehat.

Pelatihan RJP pada penolong awam mungkin dapat menyelamatkan orang yang mengalami henti jantung. Pelatihan RJP akan melibatkan beberpa kelompok yaitu :
  1. Penolong Utama (Emergency First Responder) seperti polisi, pemadam kebakaran, Satpol PP, Satpam dan lain-lain. Sebaiknya meeka dilatih untuk mampu menolong orang dewasa maupun anak dan penggunanaan Automatic External Defibrilation (AED)
  2. Pelatihan juga dapat diberikan sebagai program disekolah, tempat kerja dan orang-orang yang memiliki resiko tinggi terkena serangan jantung.

CARDIAC EMERGENCY : Angka Kegawatan Jantung

Penyakit jantung dan pembuluh darah saat ini masih menduduki peringkat teratas sebagai penyebab kematian baik di Indonesia maupun dinegara-negara maju. Berdasarkan survey kesehatan rumah tangga (SKRT) Departemen Kesehatan RI tahun 2001, penyakit jantung dan pembuluh darah menempati urutan tertinggi sebagai penyebab kematian di Indonesia (26,4%) angka ini meningkat tajam dari tahun 1992 (9.9%) dan tahun 1995 (19%).

Di Amerika Serikat penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab utama kematian baik pada pria maupun wanita. Diperkirakan 2 juta penduduk USA didiagnosa Acute Corronary Syndrome (ACS). lebih dari 1/2 juta lainnya akan berkembang menjadi Infark Imocard Acute (IMA).

Manajemen IMA sekarang ini sangat berbeda dengan 2 dekade yang lalu. Adanya obat fibrinolitik (penghancur Bekuan) dan intervensi koroner perkutan (Percutaneus Coronary Intervention) akan membuka sumbatan pembuluh darah koroner (sebagai penyebab Ishemik Miocard) menyelamatkan hidup dan memperbaiki kualitas hidup penderita. Obat fibrinolotik, intervensi koroner perkutan tersebut tentu saja diberikan dalam beberapa jam pertama setelah onset timbulnya nyeri dada agar tercapai hasil yang optimal.

Kematian mendadak merupakan komplikasi yang paling banyak pada Penyakit Jantung Koroner (PJK). Setiap tahun di USA diperkirakan 250 ribu orang mati disebabkan oleh PJK. Irama yang paling sering terdokumentasi pada mati mendadak yang terlihat oleh saksi mata (witnessed sudden cardiac arrest) adalah Ventrikel Vibrilasi (VF) dan therapi yang paling efektif untuk VF adalah dengan menggunakan Defibrilator baik manual maupun otomatis (Automatic External Defibrilation-AED).

Defibrilasi sekalipun demikian juga merupakan tindakan yang memiliki keterbatasan. Kemungkinan keberhasilan defibrilator akan menurun sebanyak 7-10% setiap menit keterlambatan pemberiannya, dan VF cenderung menjadi asistole dalam beberapa menit jika tidak diberikan therapi.

Kebutuhan akan intervensi kardiovaskuler saat ini tidak terbatas pada penderita dewasa saja. Banyak penderita trauma, tenggelam, tersengat listrik, obstruksi jalan napas, keracunan dapat terselamtkan dengan akses yang cepat dan kontak cepat ke layanan gawat darurat (Emergency Medical System) dan AED.