Selasa, 18 November 2008

CARDIAC EMERGENCY : Angka Kegawatan Jantung

Penyakit jantung dan pembuluh darah saat ini masih menduduki peringkat teratas sebagai penyebab kematian baik di Indonesia maupun dinegara-negara maju. Berdasarkan survey kesehatan rumah tangga (SKRT) Departemen Kesehatan RI tahun 2001, penyakit jantung dan pembuluh darah menempati urutan tertinggi sebagai penyebab kematian di Indonesia (26,4%) angka ini meningkat tajam dari tahun 1992 (9.9%) dan tahun 1995 (19%).

Di Amerika Serikat penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab utama kematian baik pada pria maupun wanita. Diperkirakan 2 juta penduduk USA didiagnosa Acute Corronary Syndrome (ACS). lebih dari 1/2 juta lainnya akan berkembang menjadi Infark Imocard Acute (IMA).

Manajemen IMA sekarang ini sangat berbeda dengan 2 dekade yang lalu. Adanya obat fibrinolitik (penghancur Bekuan) dan intervensi koroner perkutan (Percutaneus Coronary Intervention) akan membuka sumbatan pembuluh darah koroner (sebagai penyebab Ishemik Miocard) menyelamatkan hidup dan memperbaiki kualitas hidup penderita. Obat fibrinolotik, intervensi koroner perkutan tersebut tentu saja diberikan dalam beberapa jam pertama setelah onset timbulnya nyeri dada agar tercapai hasil yang optimal.

Kematian mendadak merupakan komplikasi yang paling banyak pada Penyakit Jantung Koroner (PJK). Setiap tahun di USA diperkirakan 250 ribu orang mati disebabkan oleh PJK. Irama yang paling sering terdokumentasi pada mati mendadak yang terlihat oleh saksi mata (witnessed sudden cardiac arrest) adalah Ventrikel Vibrilasi (VF) dan therapi yang paling efektif untuk VF adalah dengan menggunakan Defibrilator baik manual maupun otomatis (Automatic External Defibrilation-AED).

Defibrilasi sekalipun demikian juga merupakan tindakan yang memiliki keterbatasan. Kemungkinan keberhasilan defibrilator akan menurun sebanyak 7-10% setiap menit keterlambatan pemberiannya, dan VF cenderung menjadi asistole dalam beberapa menit jika tidak diberikan therapi.

Kebutuhan akan intervensi kardiovaskuler saat ini tidak terbatas pada penderita dewasa saja. Banyak penderita trauma, tenggelam, tersengat listrik, obstruksi jalan napas, keracunan dapat terselamtkan dengan akses yang cepat dan kontak cepat ke layanan gawat darurat (Emergency Medical System) dan AED.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar