Senin, 17 November 2008

Trimodal Death Distribution

Kematian karena trauma terjadi pada salah satu waktu dari tiga periode waktu. Puncak pertama dari kematian karena trauma terjadi beberapa detik atau menit setelah kejadian. Pada waktu yang dini ini kematian umumnya karena laserasi otak, batang otak, spinal cord level yang tinggi, jantung, aorta, dan pembuluh dara besar lainnya. Hanya sedikit dari kelompok penderita ini dapat diselamatkan karena beratnya cedera. Keberhasilan penanggulangan kelompok ini hanya dapat berhasil didaerah urban (perkotaan) tertentu dimana terdapat sarana pelayanan pra rumah sakit (ambulans gawat darurat) yang cepat dan baik. Hanya prevensi yang dapat mengurangi angka kematian kelompok ini.

Kematian puncak kedua terjadi beberapa menit sampai beberapa jam setelah kejadian trauma. Kursus Advance Trauma Life Support (ATLS) / Basic Trauma Life Support (BTLS ) terutama memfokuskan pada puncak kedua ini. Kematian pada puncak kedua ini biasanya karena perdarahan sub dural dan epidural, hemopneumothoraks, ruptur limpa, laserasi hati, fraktur pelvis, dan atau cedera multiple lainnya dengan perdarahan yang berat. penanggulangan pada jam pertama setelah kejadian mencerminkan kebutuhan perlunya penilaian dan resusitasi yang cepat yang merupakan prinsip dasar dari ATLS dan BTLS.

Kematian puncak ketiga, terjadi setelah beberapa hari bahkan beberapa minggu setelah kejadian. kebanyakan terjadi karena sepsis dan gagal sistem organ multiple. Kualitas penanggulangan pada setiap periode, berdampak pada periode ini. jadi orang yang pertama dan setiap individu yang terlibat dalam penanggulangan kasus gawat darurat/trauma akan mempunyai dampak langsung pada hasil akhir jangka panjang.

Sumber : ATLS 2004

Tidak ada komentar:

Posting Komentar